Senin, 08 April 2013

Pengajian TPQ AL Ma'ani


Jumat, 09 Desember 2011

MOMEN MUHARRAM DAN KEPEDULIAN TERHADAP ANAK YATIM

Tahukah kamu siapa Pendusta Agama?ialah orang yang menghardik [tidak peduli] anak yatim. QS.Al Ma'un 1-2
Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah bersabda :"Barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari 'asura maka Allah akan mengangkat derajatnya dengan setiap rambut yang diusap."
Bersabda Rasulullah Saw.:"Aku dan penanggung anak yatim didalam syurga berjajar seperti jari telunjuk dan jari tengah [ HR.Bukhari dan Muslim ]
Alhamdulillah dalam momen muharram 1443 TPQ Al Ma'ani telah ikut dalam kepedulian terhadap anak yatim disekitar didaerahnya yang meliputi dukuh Peron, Jatimulyo, Sikentung dan Keboijo sendiri diwilayah Petarukan dengan memberikan sumbangan berupa uang untuk 45 anak yatim tiap tanggal 10 muharram yang alhamdulillah telah berjalan 8 tahun sampai sekarang sebagai rasa kepedulian dan pengamalan alqur'an dan hadits yang dananya diperoleh dari para aghniya atau yang peduli dalam program tahunan TPQ Al Ma'ani. sehingga terkumpul dana sekitar Rp.4.650.000,- Harapan kami selaku Pengasuh sekaligus Panitia merasa haru dan bangga masih kiranya dilingkungan kami orang-orang yang masih peduli terhadap anak yatim, semoga dilingkungan anda para pemirsa dan pembaca demikian juga adanya. Semoga untuk tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi yang dapat kami lakukan dan bantuan saudara para dermawan, hartawan dapat kiranya membantu dengan menyalurkan bantuan lewat kami untuk kami santunkan pada mereka yang berhak menerima semoga kabar dari desa Keboijo Petarukan [ TPQ Al Ma'ani ] ini dapat ditiru dan dapat langgeng . Sekretariat TPQ Al Ma'ani Gg. Garuda V Keboijo Petarukan HP.081 39000 6979

Kamis, 25 Agustus 2011

PERLUNYA DZIKIR RUTIN

Manusia Tidak bisa apa-apa, Manusia Banyak kebutuhanya, Kepada siapa dia meminta kecukupan hajatnya ? tentulah tiada lain HANYA kepada ALLAH. Kenapa harus PUSING wong pusing nanti datang sendiri, karena ketidak cukupan kita untuk selalu MENSYUKURI nikmatNYA meskipun yang secuil. Itulah yang membuat kita pusing.Janji ALLAH JELAS dan PASTI siapa yang bersyukur akan ditambah nikatnya dan siapa yang mengkufuri maka sungguh siksaKU amat pedih. Dzikir kita adalah Kebutuhan kita. Tapi jangan jadi Tujuan kalau kita ingin sesuatu dzikir ach.... Wong sudah jelas firmanNYA  dalam alqur'an yang berbunyi  :  Ingatlah engkau kepadaKu  niscaya AKU akan ingat kepadamu. Kalau kita dzikir ya dzikir aja ,ALLAH tidak tuli, tidak buta, ALLAH tidak mengingkari janjiNYA.Kiamat masih jauh kalau masih banyak orang yang berdzikir kepadaNya,tentunya dzikir yang benar bukan tujuan dunia.Dan sudah jelas kalimat-kalimat dzikir yang kita baca sudah jelas auditnya ,tujuannya kemana, kalimat akan menjadi benda tinggal siapa yang mengeluarkan kalimat itu dan yang menerimanya. Secuil ulasan dzikir semoga bermanfaat .Adapun Agenda Dzikir Noer Mutawakkil dilaksanakan Tiap malam Kamis Wage di TPQ Al Ma'ani Keboijo Petarukan dan tiap malam Ahad legi di Mushalla Al Khosyi'atul Mukarromah Kebonsari Petarukan serta tiap malam Rebo legi di Mushalla Al Khasanah desa Klareyan Petarukan. Barangkali saudara-saudara ingin mengikuti kegiatan tersebut datang saja dimulai pukul 20.00 wib [ba'da Isya] s/d selesai .Semoga kita selamat dunia & akhirat.Amiin ya robbal 'alamiin.   

Sabtu, 20 Agustus 2011

IKRAR SANTRI

IKRAR SANTRI

Bismillahirrahmanirrahim
Kami santriwan santriwati Taman Pendidikan Alqur'an
Demi baktiku kepada Ilahi dan  cintaku pada Alqur'an suci  
Aku berjanji

                                                                1.Rajin Shalat sepanjang hayat
                                                                2.Tak lupa mengaji setiap hari
3.Berbakti kepada Ayah dan Ibu       
4.Taat dan hormat kepada guru
5.Menuntut ilmu tiada jemu
6.Sayang Kawan tak punya lawan

Rabu, 17 Agustus 2011

Pahlawan yang tersia

17 Agustus telah usai ditahun ini , namun perjuanganmu  wahai pahlawan masih hangat dan panas terasa  dalam kedamaian hati darah nyawa dan rasa sakit tak kau hiraukan demi jayanya bangsa Indonesia . Jangan kau menangis biarlah air matamu terkubur bersama jasadmu dalam kedamaian abadi ,biarlah teman-temanmu yang masih hidup disaat ini untuk merasakan secuil kebahagiaan meskipun merasa sewot tapi tak berdaya dari ulah mereka mereka yang tak tahu berterima kasih. masa beli pakaian baru untuk lebaran yang mahal bisa dan kober, masa ngawedang diwarung pojok dengan santai bisa, ceramah kesana sini situ sono sempat, E.... untuk menghormat negara kurang , untuk mengenang jasa pahlawan semaunya aje ,sungguh berat perasaanmu wahai pahlawan bangsa karena banyaknya asal-asalan kampung negeri ini , yang salah satunya dari  beribu -ribu permasalahan ngegampang menyepele yaitu salah satunya itu untuk tiang /bendera yang untuk yang dikibarkan  menghormati negaranya, pahlawannya. Cagak/tiang bendera cuma dari sebilah bambu, lapuk lagi , tiada bercat putih, benderanya kumal, warnanya pudar, kadang lobang-lobang dimakan ngengat, apek , terkadang buat srebet atau lap tangan kotor yang jahil, maaf aku bukan mbantu promosi penjual bendera atau toko besi penjual cat lho..Tetapi marilah kita hormati perjuangan pahlawan kita , pertahankan kedaulatan negara kita di MERAH PUTIH lah ada pesan yang sangat mendasar baik negara maupun agama keberanian dalam kebenaran kesucian dalam niat dan tindakan untuk kemaslahatan umat manusia . Demikian secuil obrolan wong nglamun tapi ora ilang akal untuk belajar atau sinau menuju masyarakat dan negara yang Baldatun Thoyibatun Wa Robbun Ghofur Amiin. MERDEKA ......

Beragama yang tidak korupsi oleh: Emha Ainun Nadjib

 Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun.
"Cak Nun," kata sang penanya, "misalnya pada waktu  bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu:  pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?"
Cak Nun menjawab lantang, "Ya nolong orang kecelakaan."
"Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?" kejar si penanya.
"Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu," jawab Cak Nun.
"Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, " katanya lagi. "Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi."
Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata Tuhan: kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu. Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu.Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu.
Seraya bertanya balik, Emha berujar, "Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga  orang ini. 
·  Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang 
   negara. 
·   Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi 
   dia sendiri kaya-raya, pelit,  dan mengobarkan semangat permusuhan.
·    Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, 
   dan penuh kasih sayang?"
Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. 
Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid. 
Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya. 
Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan. 
Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al-quran.
Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama. Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.
·         Agama adalah akhlak. 
·         Agama adalah perilaku. 
·         Agama adalah sikap. 
Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. 
Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. 
Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.
Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. 
Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial. 
Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya. 
Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama. 
Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh'afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya. 
Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.

Kamis, 11 Agustus 2011

nggenahno ati lan awak

Akeh wong saiki ora podho genah awak lan atine sruwal nggo klambi klambi nggo sruwal sing koyo mengkono nandakake durung patiyo genah awak lan atine ingdalem marek karo manungso lan kang Kuoso . Monggo podho dirasakno dewe-dewe kirane aku iki wis genah opo durung.

My Blog List


Categories

Blogger templates

Site Info

Text

About

    Popular Posts

    Pengikut